Pandemi Corona Virus- 2019 yang kita kenal berasal mula dari negeri China , tepatnya di kota Wuhan sampe ahir bulan Juli 2021 belum berahir juga. Masyarakat di seantero dunia dikagetkan dengan munculnya virus yang penyebarannya sangat masif ini.
Sifat virus ini sangat pintar untuk membelah diri atau bermutasi pada media yang menguntungkannya dan sangat cepat penyebarannya. Orang yang terkonfirmasi positif kena virus ini semakin hari jumlahnya semakin melaju , angka kematian pun bertambah, meskipun diiringi juga angka sembuh bertambah, namun belum sebanding dengan angka positif terkonfirmasi.
Tempat atau agen pengisian ulang tabung oksigen pun mengeluh susah mendapatkan pasokan oksigen lagi, sementara berita kematian karena positif Covid-19 yang kurang tertolong mendapatkan obat , tempat, dan peralatan pembantu penyembuhan hampir setiap hari mewarnai pemberitaan di media masa on line ataupun offline.
Kondisi yang semakin memprihatinkan ini sempat menjadi trending topik berita di mana-mana. Situasi panik dan was-was seakan menggelayut dalam benak hampir setiap rakyat Indonesia bahkan dunia. Pada saat kondisi seperti inilah maka sense of crisis kita betul-betul diuji .
Menurut penulis ada tiga kategori sikap seseorang yang bisa muncul di saat situasi seperti ini. Pertama, sikap diam , diam berpasrah diri sambil menunggu waktu berlalu, apa adanya tanpa berbuat sesuatu untuk diri sendiri maupun orang lain?.Kedua: sikap acuh tak acuh, mau bertindak menghadapi situasi jika ada unsur manfaat untuk dirinya saja. Ketiga : sikap peduli. Sikap ini selalu mengambil posisi atau pertimbangan akan kebermanfaatan untuk diri dan orang lain.
Ketiga sikap tersebut jika kita ejawantahkan dalam penerapan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemic Covid-19. Tentulah sangat dianjurkan pada Sikap ketiga yaitu peduli.
Bagaimana agar penyebaran virus ini dapat ditekan dan dicegah sehingga kasus terkonfirmasi positip bisa minim bahkan hilang. Untuk menjawab pertanyaan ini maka harus ada ihtiyar atau pilihan usaha ke arah pemutusan rantai penyebaran virus.
Upaya ini telah dicanangkan oleh pemerintah agar menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan yang disingkat dengan 5 M + 1 D, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Membatasi Mobilitas dan Interaksi, serta Doa.
Memakai masker, merupakan usaha yang paling dasar dalam mencegah penyebaran virus Covid-19. Memakai masker yang benar sesuai prosedur kesehatan dengan menutup area hidung sampai pada bagian dagu sangat membantu mencegah virus yang menempel bahkan akan masuk ke saluran pernafasan melalui hidung.
Masker yang benar harus dilatih dan dibiasakan agar timbul kesadaran bahwa jika tidak memakai masker serasa ada yang kurang. Jika merasa ada sesuatu yang kurang otomatis ada upaya untuk mencari dan memenuhi kekurangan tersebut yaitu memakai masker. Memakai masker yang benar terutama jika keluar dari rumah atau ada keperluan di luar rumah, masih di rumah jika ada salah satu anggota keluarganya menjalani isolasi mandiri ( Isoman).
Masker yang benar sangat menjadikan badan kita sehat, karena masker yang kita pakai dengan benar juga berfungsi menyaring udara yang kita hirup. Menjaga masker selalu bersih dan berganti masker setiap empat jam sekali sesuai anjuran kesehatan, letakkan masker pada tempat yang bersih dan tertutup.
Tips lain untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kita adalah setelah masker dipakai melepas degan memegang tali bukan pada permukaan masker. Hal ini untuk menjaga virus yang menempel di permukaan masker supaya tidak menempel di jari-jari tangan. Jika memakai masker sudah dirasakan banyak manfaatnya baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain maka tentunya bisa dilanjutkan menjadi pola hidup sehat tidak hanya pada saat pandemic saja tetapi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pentingnya memakai masker dapat kita rujuk dari sebuah Hadits Rasulullah Saw yang artinya: “ Rasulullah saw bersabda: tidak boleh membahayakan/merugikan orang lain dan tidak boleh (pula) membalas bahaya (kerugian yang ditimbulkan oleh orang lain) dengan bahaya (perbuatan yang merugikannya). (HR: Ahmad,Malik,dan Ibnu Majah). Demikian juga kaidah Fiqhiyah Laa dhororo walaa dhiroor, artinya : “Tidak boleh membahayakan diri dan membahayakan orang lain
Protokol kesehatan yang kedua yaitu mencuci tangan. Mencuci tangan yang dimaksud adalah mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan di air yang mengalir. Mencuci tangan sesering mungkin selama beraktivitas dan berinteraksi dengan orang lain sangatlah membantu mencegah menularnya virus menempel bahkan masuk ke dalam tubuh kita.
Sabun yang digunakan untuk mencuci tangan bisa sabun detergen, sabun cair maupun sabun batangan, karena sifat virus Corona ini akan hancur strukturnya jika kena sabun. Adapun cara mencuci tangan yang baik dan benar disa silakukan dengan membaca bismillah kemudian menggosok punggung tangan kanan dan kiri secara bergantian, menggosok sela-sela jari tangan kanan dan kiri, memutar jari jempol kanan dan kiri berkali kali dan menguncupkan ujung jemari sambil digosok-gosokkan memutar di permukaan dalam telapak tangan.
Anjuran mencuci tangan dalam agama Islam sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, yang artinya : “Jika seseorang dari kalian bangun dari tidurnya, maka hendaknya tidak memasukkan tangannya dalam bejana sampai dia membasuhnya tiga kali karena sesungguhnya tidak menyadari di manak posisi kedua tangannya semalam”. Hadits tersebut mengajarkan kepada kita betapa pentingnya perilaku mencuci tangan.
Protokol Kesehatan yang ketiga yaitu : menjaga jarak. Menjaga jarak dalam berinteraksi satu sama lain yang dianjurkan sekitar satu sampai dua meter. Menjaga jarak dilakukan ketika melakukan aktivitas di luar rumah maupun kepada orang yang sedang Isoman di rumah, tentunya jika berhadapan dengan penderita Covid -19 dengan menambah jarak lebih dari dua meter untuk menjaga keamanan. Anjuran tentang menjaga jarak juga dapat disarikan dari ajaran sebuah sebuah hadits, yang artinya : “ Rasulullah Saw bersabda jangan campurkan (unta) yang sakit ke dalam (onta) yang sehat.
Protokol kesehatan yang keempat yaitu menjauhi kerumunan. Kerumunan atau berkumpulnya orang banyak dalam satu waktu dan suasana, yang berpotensi untuk terjadinya paparan virus Covid-19 ,oleh karena itu harus dijauhi. Kesadaran untuk tidak berkerumun dalam beraktivitas sebaiknya menjadi kesepakatan Bersama dan saling mengingatkan dengan cara yang baik, mengingat potensi dan risiko yang didapat jika tidak ber hati-hati. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita: “……dan larilah dari penyakit kusta sebagaimana lari dari singa (HR Bukhori), dan kaifiyat Fiqih : “Adh dhororu yuzaalu”, artinya kemadharatan harus dihindari.
Protokol kesehatan yang kelima adalah membatasi mobilitas dan interaksi. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu dituntut untuk berinteraksi dengan orang lain yang membuat mobilitas tidak terhindarkan. Virus Corona -19 dapat menular dari seseorang kepada orang lain melalui droplet yang keluar pada saat orang saling berkomunikasi langsung dan berinteraksi , oleh karena itu membatasi interaksi dan mobilitas umum sangatlah penting untuk menjaga keamanan .
Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “jika kalian mendengar wabah tersebut menjangkiti suatu negeri, maka janganlah kalian menuju ke sana, namun jika dia menjangkiti suatu negeri dan kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dan lari darinya”. (HR: Bukhari). Dalam kaidah ushul fikih disebutkan juga : “ Kemudharatan harus dicegah dalam batas-batas yang memungkinkan”
Protokol Kesehatan akan berjalan dengan baik dan berhasil jika ada kedisiplinan diri dalam berihtiar seraya berdoa sebagai bentuk totalitas keimanan seorang hamba. Ketika hamba memohon doa dengan sungguh-sungguh agar dijauhkan dari pandemic ini diiringi ihtiar, Insya Allah doa akan terkabul.
Untuk itu marilah kita bangun sikap peduli kepada sesama sekecil apapun bentuknya, saling membantu dan mengingatkan agar protokol Kesehatan dapat menghantarkan kita kepada upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 dan wabah Covid-19 ini segera hilang dari bumi ini.Aamin.
(Referensi: SE Menag No 17 Tahun 2021 dan Fleyer Prokes Patuhi 5 M ,Kemenag Kanwil DIY)
Prokes 5 M
Prokes 5 M
Terima kasih Bu🙏
Sama-sama bun
Semoga kita semua mampu meminimalisir penyebaran covid 19
Aamiin...
Salam sehat
Aamiin...yaa Robbalalamiin
Terimakasih ....
Semoga covid segera hilang ... Dan kita semuanya selalu sehat ... Aamiin
Semoga covid cepat berlalu. Kita kembali bertemu melepas rindu.
Aamiin...
terus berkreasi bu..semangat..
Terima kasih..
QS At Taghabun 11 Bahwa paket-paket masalah pasti akan diujicobakan kpd orang-orang yg beriman..
Semoga para pembaca Al Qur an sudah siap sebelumnya...
Salam sehat utk semua..
The asiaturn.. giliran atau saatnya asia ambil peran..
Blog jadul milik pak Abdul Rosyid
SMK YPPN Sleman
Mksh responya dan masukanya pk A. Rasyid
Keren Mak,,,lanjutkan
Mkssih bude Rury
Trmksh info2 nya bu....sangat bermanfaat. Jazaakillah
Terimakasih bu Ida.
Semoga dengan ikhtiar dan doa (prokes 5M+D) kita semua dipindahkan dari takdir yang satu ke takdir yang lain yang diRidloi
semoga pageblug ini segera berakhir